Kamis, 23 Oktober 2014

Adu Kiat Taklukkan Tantangan Hemat

EFISIENSI bahan bakar kendaraan, saat ini, barangkali menjadi salah satu determinan pokok bagi konsumen saat memilih mobil. Apalagi, menurut kabar yang santer beredar, pemerintahan baru di bawah kepemimpin an Presiden Joko Widodo bakal segera menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengurangi defisit anggaran negara.

Dulu boleh dikatakan angka psikologis konsumsi bahan bakar yang akan membedakan apakah mobil itu hemat atau tidak ialah 10 km/liter. Artinya, mobil yang menghabiskan bensin atau solar 1 liter setiap 10 km atau lebih sudah dianggap irit. Sebaliknya, mobil yang hanya mampu menempuh tak sampai 10 km untuk setiap liter bahan bakarnya dikategorikan mobil boros.

Namun, sekarang angka psikologis itu tampaknya mesti diubah. Mobil-mobil masa kini, dari yang berkapasitas mesin kecil hingga besar, rata-rata diklaim memiliki efisiensi lebih dari 10 km/liter.Tantangan saat ini ialah bagaimana mencapai tingkat efisiensi hingga 20 km/liter yang mungkin pada satu saat nanti akan menjadi level psikologis yang baru. Tantangan itu pula yang menggoda PT Honda Prospect Motor kembali menggelar kegiatan Wisata Plus Honda Mobilio Tantangan Hemat Seri Keempat pada Sabtu (18/10) lalu. Tantangan efisiensi Mobilio itu ditujukan untuk para pemilik, konsumen potensial, dan jurnalis.

Kegiatan itu tak hanya menantang peserta untuk melampaui konsumsi bahan bakar 20 km/liter, tapi juga menjadi ajang untuk mengajarkan kepada konsumen cara berkendara hemat. Media Indonesia ikut ambil bagian bersama sembilan peserta lain dari kalangan jurnalis pada kompetisi itu. Peserta dari kalangan pemilik dan potential customer Mobilio sebanyak 55 mobil.

Rutenya dari diler Honda Autoland di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuju Taman Budaya Sentul, Bogor, dengan jarak sekitar 55 km. Peserta boleh melakukan strategi dan kiat apa pun untuk bisa menghemat BBM sepanjang rute itu, tapi waktu dibatasi tidak boleh lebih dari 90 menit. Bukan perkara mudah rupanya untuk mencapai efisiensi bahan bakar tinggi dalam kondisi lalu lintas akhir pekan yang cukup padat.

Siang itu, ruas tol dalam kota dan Tol Jagorawi yang kami lewati untuk menuju Sentul tergolong ramai. Bahkan ada beberapa titik kemacetan yang kerap membuat strategi kami untuk berkendara dengan kecepatan konstan menjadi berantakan. Namun, ternyata hasilnya sangat menge DOK. HONDA jutkan. Dari 55 peserta dari kalangan pemilik dan potential customer Mobilio, 40 di antaranya berhasil menembus 20 km/ liter. Ditambah tiga peserta dari kelompok jurnalis yang juga melewati angka 20 km/ liter, hari itu ada 43 peserta yang mampu menaklukkan tantangan.

Luar biasa. Hasil tersebut menjadi rekor baru karena pada seri-seri sebelumnya, paling banyak cuma 19 peserta yang mampu melampaui 20 km/liter.“Hasil ini menunjukkan makin banyak peserta telah menguasai cara berkendara efisien, sekaligus membuktikan keunggulan mesin Honda Mobilio dalam hal hemat bahan bakar,“ komentar Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy dalam sambutan tertulisnya di akhir acara. Beberapa peserta bahkan berhasil mencapai efisiensi di atas 23 km/liter. Salah satunya Louthfi, 45, yang merengkuh 23,6 km/liter. Ia mengungkapkan selain tak menyalakan AC dari Mobilio Prestige yang dibelinya April lalu sepanjang perjalanan, ia juga berstrategi untuk menjaga kecepatan konstan di bawah 1.500 rpm.
“Saya memang penasaran ingin mencoba seberapa maksimalnya keiritan Mobilio ini. Alhamdulillah hasilnya bagus,“ kata Louthfi yang datang bersama istri dan satu anaknya. (Pun/S-6) Media Indonesia, 23/10/2014, Halaman : 22