Minggu, 28 September 2014

JURNAL IIMS 2014 Kawah Candradimuka Industri Otomotif

SEMBILAN kali sudah Indonesia International Motor Show (IIMS) dijadikan sebagai `kawah candradimuka' industri otomotif. Ya, salah satu pergelaran otomotif terbesar se-Asia Tenggara yang diorganisasikan Dyandra Promosindo itu ibarat wahana para ahli menempa dan memadukan pemikiran untuk memajukan industri kendaraan roda empat.

`Kawah candradimuka' itu bertajuk Indonesia International Automotive Conference (IIAC) 2014 yang diselenggarakan di sela-sela IIMS 2014, 18-28 September di JI Expo Kemayoran. IIAC sendiri digelar di Hotel Holiday Inn Kemayoran, kemarin.

Konferensi yang hampir berumur satu dekade itu menampilkan pembicara antara lain Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi dan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi.

Di samping itu, terdapat Vice President of Automotive and Transportation Practice of Frost and Sullivan Asia Pacific Vivek Vaidya, Manager of Asia Research Department Fourin Toru Nakata, Vice President for International Affairs of Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) Yoshihiro Yano, juga pengamat energi Kurtubi.

Tema IIAC ke-9 itu sejalan dengan tema IIMS 2014, yakni bagaimana mewujudkan smart and safe mobility (mobilitas yang cerdas dan aman).

Sudirman mengatakan IIAC ke-9 merupakan diskusi mengenai pengembangan kendaraan berteknologi rendah emisi di Indonesia, paket kebijakan pemerintah yang dapat mendukung, serta sekuritas energi.

Proyek-proyek infrastruktur yang bisa mendorong pergerakan para pelaku usaha sekaligus mengurangi dampaknya di lalu lintas perkotaan pun tak lupa dibicarakan.

Budi Darmadi dalam kata sambutannya mengharapkan arah industri otomotif Tanah Air di masa depan akan berpaku pada tiga arah pengembangan.

Pertama ialah penciptaan kendaraan yang semakin aman dari waktu ke waktu. Setelah itu, pengkreasian mobil yang ramah lingkungan dengan basis kebijakan low carbon emission (LCE) yang dikeluarkan pemerintah.

“Kami akan memulai peralihan mobil konvensional berbahan bakar bensin ke bahan bakar gas dimulai dari kendaraan komersial.“
Ketiga ialah pengolaborasian teknologi informasi. Yang terakhir, pengolaborasian kemajuan teknologi informasi di model-model kendaraan. “Indonesia saat ini sedang menuju ke era 4G maka pemaduan dua hal ini saya pikir tak akan memakan waktu terlalu lama,“ tutup Budi. (Xan/S-2) Media Indonesia, 26/09/2014, halaman 18