Sabtu, 20 Desember 2014

Bahan Bakar Beroktan Tinggi demi Performa dan Kantong

MASALAH performa akan menjadi yang paling cepat dirasakan oleh sang pemilik roda empat.Pasalnya, mobilmobil masa kini telah menggunakan mesin dengan rasio kompresi tinggi yang membutuhkan bahan bakar minyak dengan oktan atau RON di atas 90 seperti Pertamax untuk proses `peledakan' lebih sempurna di ruang bakar.

Belum lagi teknologi mesin modern saat ini yang menggunakan sistem injeksi. Penggunaan bensin dengan oktan rendah serta tidak memiliki daya pembersihan (detergensi) yang tidak sebagus Pertamax akan menimbulkan problematika.
Di antara problematika yang bakal timbul ialah timbulnya kerak di ruang pembakaran dan piston, sensor oksigen, catalytic converter, sampai saluran knalpot.

Jika kebiasaan memakai bensin beroktan rendah dibiarkan, yang terjadi adalah konsumsi bensin lebih boros dari yang seharusnya, mesin mobil `menggelitik', sampai usia beragam suku cadang mobil yang menjadi lebih pendek.

Uang yang dikeluarkan saat servis pun bisa bertambah ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung segmen mobil yang Anda miliki dan seberapa banyak suku cadang yang kadung terkena kotoran-kotoran yang ditimbulkan bensin beroktan di bawah RON 90. Kotoran-kotoran yang ditimbulkan bensin oktan rendah juga membuat kerja fuel pump lebih berat sehingga membuat kinerja sistem injeksi tidak maksimal.

Ujung-ujungnya, biaya operasional Anda pun semakin membengkak.Ibarat pepatah populer `bukannya untung, malah buntung'.
“Mobil zaman sekarang umumnya menggunakan teknologi canggih seperti katup variabel atau sistem injeksi. Kondisi ini membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi dan fungsi detergensi baik,“ tegas Commercial Retail Fuel Marketing Pertamina Yanuar Budi Hartanto.

“Seperti semua yang ada di beberapa produk kami yaitu Pertamax dan Pertamax Plus,“ lanjut Yanuar lagi. Eco Drive dan Kondisi Mobil Yang tak kalah penting untuk mencapai tingkat efisiensi konsumsi BBM semaksimal mungkin adalah kondisi mobil dan teknik pengemudian eco drive.

Tekanan angin yang cukup di dalam ban, modifikasi kendaraan, ketelatenan pengemudi melakukan servis plus membersihkan kendaraan menjadi beberapa faktor yang turut memengaruhinya.

Di samping itu, disarankan untuk tidak membiarkan kondisi tangki bensin dalam keadaan kosong atau tidak penuh, walaupun mobil Anda jarang digunakan.“Dengan diamnya udara di suatu ruang, akan terjadi kondensasi dan hasil kondensasi berupa uap air tersebut akan terdeposit dalam tangki,“ jelas Vice President Coporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir.

Adapun eco drive, tukas Yanuar, pada prinsipnya adalah menjaga laju kendaraan di putaran mesin optimal, cara mengemudi halus tanpa entakan, dan menginjak pedal gas dengan stabil.(Xan/S-25) Media Indonesia, 12/12/2014, halaman 3