Selasa, 09 September 2014

Pertamina Bengkulu Tambah Pasokan BBM

PASOKAN BBM bersubsidi untuk sepuluh kabupaten/ kota di Bengkulu ditambah sebanyak 20% oleh PT Pertamina (persero) Bengkulu, lebih banyak dari kondisi normal. Penambahan itu bertujuan mengantisipasi antrean kendaraan akibat kelangkaan BBM di 37 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU).

Manajer Pemasaran PT Pertamina Bengkulu, Sigit Wicaksono, di Bengkulu, kemarin, mengatakan telah menambahkan pasokan BBM jenis premium dari kebutuhan 780 kiloliter (kl) hingga 800 kl per hari dan solar 280 kl hingga 315 kl per hari untuk 37 SPBU yang ada di Bengkulu.

Sebelumnya, kebijakan pengurangan kuota BBM bersubsidi mengakibatkan kelangkaan. Kondisi terparah terjadi di delapan kabupaten, yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Kaur, Bengkulu Selatan, dan Seluma.

Zainal, 43, petugas SPBU di Kabupaten Mukomuko, mengatakan selama Agustus dan hingga saat ini pasokan BBM bersubsidi jenis solar dan premium tidak pernah normal. Dari kebutuhan 16 kl, hanya dikirim 8 kl. “Pasokan selalu kurang dari kebutuhan yang diminta,” jelasnya.

Kelangkaan BBM membuat harga eceran melambung. Solar dihargai Rp8.000 per liter dan premium ditebus Rp9.000 per liter.

Di Surabaya, sebanyak 50 pengusaha SPBU di Jawa Timur diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dengan permainan tera takaran saat terjadi antrean bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini.

Para pengusaha tersebut diduga ‘nakal’ memanfaatkan kelangkaan BBM dengan memainkan tera takaran untuk mendapat keuntungan pribadi.

Romy Arizyanto Kepala Sie Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jawa Timur, kemarin, membenarkan bahwa pihaknya memang sedang menyelidiki. Pihaknya meminta keterangan langsung para pengusaha SPBU.

Dari Batam, kelalaian petugas ketika melakukan pengisian BBM memicu kebakaran tangki BBM milik PT Batamitra Sejahtera (MBS), Tanjunguncang, Sagulung, kemarin.

Empat pemadam kebakaran diturunkan di lokasi kebakaran dan api berhasil dijinakkan. Tidak ada korban dan kebakaran itu diduga berasal dari puntung rokok. (MY/HK/FL/N-4) Media Indonesia, 4/09/2014, hal 12